Strategi Pengembangan Pariwisata di Kepulauan Tanimbar

940 Views –

Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor dalam Pengembangan Destinasi Wisata Kepulauan Tanimbar

Strategi Pengembangan Pariwisata di Kepulauan Tanimbar

Persoalan pariwisata di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) mendapat perhatian luas dari berbagai pihak. Hal ini tercermin dalam kegiatan Pelatihan Tata Kelola Destinasi Tahun 2019, yang digelar oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Tanimbar pada 14–15 November 2019 di Saumlaki. Acara ini menjadi momen penting untuk mendiskusikan tantangan dan peluang dalam pengelolaan destinasi wisata di daerah tersebut.

Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Tuty Huwae, yang hadir sebagai narasumber, menegaskan perlunya pendekatan yang proaktif dalam menyikapi masukan yang muncul selama diskusi. Menurut Tuty, sinergi lintas sektor sangat penting untuk menyelaraskan program antar-SKPD guna mendukung pariwisata secara holistik.

“Pariwisata membutuhkan sinergi yang baik, dan itu harus menjadi fokus utama,” ujar Tuty setelah penutupan pelatihan. Ia menambahkan bahwa pariwisata di Tanimbar telah menunjukkan potensi besar, meski masih menghadapi keterbatasan tertentu. Kedatangan kapal pesiar, grup diving, dan wisatawan lainnya memberikan indikasi positif bahwa sektor ini berpeluang untuk berkembang lebih jauh.

Strategi Pengembangan Pariwisata di Kepulauan Tanimbar

Kolaborasi untuk Mengoptimalkan Potensi Lokal

Tuty juga menyoroti pentingnya kerjasama lintas sektor untuk memperkuat pariwisata. Keterlibatan masyarakat melalui pembentukan kelompok sadar wisata dan pelatihan berbasis kebutuhan lokal menjadi salah satu langkah strategis.

“Tanpa kolaborasi dengan sektor lain, pariwisata tidak akan berkembang secara maksimal,” tegasnya.

Sementara itu, anggota DPRD KKT, Ricky Jauwerisa, mendorong Dinas Pariwisata untuk lebih fokus pada pengembangan wisata bahari. Ia menekankan bahwa banyak pantai alami di Tanimbar yang memiliki potensi besar tetapi kurang diperhatikan.

Fokus pada Infrastruktur dan Pemberdayaan Seni Lokal

Kepala Desa Tumbur, Isaias Malindir, menyoroti perlunya perhatian serius terhadap potensi seni dan budaya lokal.

“Kami telah mengalokasikan anggaran khusus untuk memberdayakan pengukir dan mendukung kreativitas seni di Desa Tumbur,” ungkap Isaias. Namun, ia juga menekankan pentingnya pengembangan infrastruktur untuk menunjang perekonomian lokal.

Dengan pendekatan yang berfokus pada sinergi lintas sektor, pengembangan budaya lokal, dan dukungan infrastruktur yang memadai, pariwisata di Kepulauan Tanimbar berpotensi menjadi sektor unggulan yang dapat mendorong perekonomian daerah sekaligus melestarikan warisan budaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *