
Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus berkomitmen untuk meningkatkan indeks Smart City demi menciptakan kota Amon yang lebih maju dan berdaya saing. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi untuk mempercepat transformasi digital dan pelayanan publik. Salah satu upaya utama adalah penyusunan Masterplan Smart City periode 2025-2029, yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para ahli di bidang terkait.
Indeks Kota Ambon Saat Ini
Asisten I Sekretaris Kota Ambon Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Selly Kalahatu, menyebutkan bahwa indeks Smart City Kota Ambon saat ini berada di angka 2,87 persen. Angka tersebut menunjukkan adanya peluang besar untuk perbaikan di berbagai dimensi smart city, seperti Smart Governance, Smart Economy, Smart Branding, Smart Society, Smart Living, dan Smart Environment.
Dalam penyusunan Masterplan Smart City, Pemkot Ambon mempertimbangkan dokumen perencanaan strategis lainnya, seperti Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Selain itu, evaluasi terhadap implementasi program Smart City periode sebelumnya juga menjadi acuan penting dalam menyusun strategi baru.
Plt. Kepala DiskominfoSandi, Ronald H. Lekransy, menjelaskan bahwa analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) menjadi bagian penting dalam penyusunan Masterplan Smart City.
Peran OPD dalam Program Smart City
Setiap OPD memiliki peran strategis dalam implementasi program Smart City di Ambon. Misalnya, Disdukcapil memfokuskan pada digitalisasi layanan administrasi kependudukan, sementara BPPRD berupaya meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan pajak daerah. Di sisi lain, DPMPTSP mempercepat proses perizinan usaha melalui platform digital. Sedangkan Diskominfo terus memperluas akses internet dan teknologi informasi di berbagai wilayah.
Dalam upaya meningkatkan indeks Smart City, Pemkot juga membangun kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan swasta. Dukungan sponsor dan Corporate Social Responsibility (CSR) dianggap penting untuk mendukung pembiayaan program-program strategis. Hal ini menjadi solusi atas keterbatasan anggaran APBD, yang hanya dapat mengalokasikan sekitar 2 persen untuk program Smart City.
Pemkot Ambon telah melakukan evaluasi terhadap implementasi program Smart City tahap II pada tahun 2024. Tim asesor memberikan respons positif terhadap berbagai dimensi Smart City, terutama dalam hal Smart Governance.
Dampak Positif Program Smart City
Dengan digitalisasi, masyarakat dapat mengakses layanan pemerintah dengan lebih mudah, cepat, dan transparan. Selain itu, pengembangan dimensi Smart Economy membuka peluang bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Peluang itu untuk memperluas pasar melalui teknologi digital.
Meskipun memiliki banyak potensi, Pemkot juga menghadapi berbagai tantangan dalam pengembangan Smart City. Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan infrastruktur teknologi, terutama di daerah-daerah terpencil. Selain itu, literasi digital masyarakat perlu ditingkatkan agar mereka dapat memanfaatkan teknologi secara optimal. Pemkot Ambon menyadari pentingnya pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat dalam menghadapi era digital.
Pemkot Ambon optimis bahwa dengan kerja keras dan kolaborasi yang baik, indeks Smart City akan terus meningkat. Kota Ambon memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kota cerdas terbaik di Indonesia, dengan pelayanan publik yang efisien, masyarakat yang inovatif, dan lingkungan yang berkelanjutan. Dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah pusat, dunia usaha, dan masyarakat, menjadi kunci keberhasilan program ini.
Peningkatan indeks Smart City di Kota Ambon bukan hanya sekadar target angka, melainkan juga upaya untuk menciptakan kota yang lebih baik bagi seluruh warganya. Dengan penyusunan Masterplan yang komprehensif dan implementasi program yang konsisten, Kota Ambon dapat mewujudkan visinya sebagai kota cerdas yang inklusif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan