Listrik Gratis dari Pemerintah Untuk Maluku

590 Views –
Listrik Gratis dari Pemerintah Untuk Maluku

Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Gratis yang digagas oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus memberikan dampak positif sejak diluncurkan pada 2022. Pada 2024, program ini menargetkan hingga 150.000 rumah tangga di seluruh Indonesia, termasuk masyarakat di Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

Paskalina Nohi, seorang pekebun berusia 27 tahun di Kelurahan Haruru, Kecamatan Amahai, adalah salah satu penerima manfaat program BPBL. Kini, dengan bantuan dari pemerintah, Paskalina merasa kehidupannya berubah menjadi lebih baik.

“Semoga ke depan, saya bisa memanfaatkannya untuk usaha kecil,” ujarnya dengan penuh semangat. Ia mengungkapkan kebahagiaan karena akhirnya dapat memiliki sambungan listrik mandiri tanpa harus mengandalkan orang lain.

Menghadirkan Listrik Gratis untuk Semua Rumah Tangga

Selain Paskalina, Agustina Wutres (37 tahun), ibu rumah tangga dari daerah yang sama, juga merasakan manfaat BPBL. Sebelumnya, ia terpaksa menumpang listrik ke tetangganya karena keterbatasan dana. Namun, kini ia bisa menikmati listrik di rumahnya sendiri untuk berbagai keperluan.

“Dulu saya hanya bisa menggunakan listrik untuk penerangan seadanya. Sekarang saya bisa menonton televisi, memasak dengan rice cooker, dan menggunakan dispenser. Terima kasih kepada pemerintah atas bantuannya,” ujar Agustina dengan senyuman lebar.

Program BPBL memberikan sambungan listrik gratis bagi rumah tangga kurang mampu, lengkap dengan instalasi rumah, sambungan ke jaringan listrik PLN, dan daya 450 VA. Pelaksanaannya dilakukan oleh PT PLN (Persero) dengan tujuan memperluas akses listrik ke masyarakat pelosok.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Jisman P. Hutajulu, menyatakan bahwa realisasi BPBL pada 2024 melebihi target yang ditetapkan. Sebanyak 155.429 rumah tangga berhasil menerima manfaat program ini, mencapai 103,61 persen dari target. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu 80.183 rumah tangga pada 2022 dan 131.600 rumah tangga pada 2023.

“Program BPBL menjadi wujud nyata pemerintah dalam memperluas akses listrik, khususnya bagi masyarakat kurang mampu. Kami terus memastikan agar program ini berjalan tanpa biaya tambahan bagi masyarakat,” kata Jisman.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk melaporkan jika terdapat pungutan liar selama proses pelaksanaan program. Aduan dapat disampaikan melalui media sosial Kementerian ESDM atau Contact Center 136.

Listrik Sebagai Pondasi Pertumbuhan Ekonomi

Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Maluku, Mercy Christy Barends, turut memberikan dukungan penuh terhadap program BPBL. Ia meyakini bahwa akses listrik sangat penting dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memacu pertumbuhan ekonomi di daerah.

“Listrik adalah salah satu kebutuhan dasar yang mampu mendorong aktivitas masyarakat, pendidikan, dan komunikasi. Kehadiran listrik dapat menggerakkan roda ekonomi dengan lebih cepat,” ungkap Mercy.

Ia berharap warga Maluku Tengah, khususnya penerima manfaat BPBL, dapat memanfaatkan listrik yang diberikan dengan bijak. Mercy juga mengimbau agar masyarakat menggunakan fasilitas tersebut untuk kegiatan produktif yang mendukung kesejahteraan keluarga.

Dengan adanya listrik di rumah mereka, banyak penerima manfaat BPBL yang berharap dapat memulai usaha kecil-kecilan untuk menambah penghasilan keluarga. Paskalina Nohi, misalnya, bercita-cita memanfaatkan listrik untuk membuat usaha sederhana yang bisa menopang ekonomi keluarganya.

“Saya berharap ke depan bisa membuka usaha kecil, seperti menjual makanan atau minuman hangat. Listrik ini adalah awal dari perubahan hidup kami,” ucapnya penuh harap.

Agustina Wutres juga memiliki mimpi serupa. Ia berencana menggunakan listrik untuk meningkatkan produktivitas sehari-hari, terutama dalam memasak dan menjual makanan ringan di sekitar rumahnya.

Melalui program BPBL, pemerintah menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan keadilan dan pemerataan akses listrik di seluruh Indonesia. Program ini tidak hanya membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan listrik, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mengurangi kesenjangan sosial di daerah terpencil.

Dengan keberhasilan BPBL hingga 2024, pemerintah optimis dapat terus memperluas cakupan program ini di masa mendatang. Kementerian ESDM bersama PT PLN berkomitmen memberikan layanan terbaik agar seluruh masyarakat Indonesia, terutama yang berada di wilayah pelosok, dapat menikmati listrik yang layak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *