
Kampung Geser, terletak di Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, memiliki tradisi khas dalam menyambut dan menjalani bulan suci Ramadan. Masyarakat setempat memadukan nilai-nilai keagamaan dengan budaya lokal, menciptakan suasana Ramadan yang khas dan penuh makna.
Menyambut Ramadan dengan Kebersamaan di Kampung Geser
Sebelum memasuki bulan Ramadan, warga Kampung Geser melaksanakan tradisi “Jalan Aiwat”. Tradisi ini merupakan kegiatan tahunan yang melibatkan seluruh masyarakat. Mereka berjalan bersama mengelilingi kampung sambil melantunkan doa dan zikir. Tujuannya adalah membersihkan diri dan lingkungan sebelum menjalankan ibadah puasa. Kegiatan ini mempererat tali silaturahmi antarwarga dan menumbuhkan semangat kebersamaan.
Selama bulan Ramadan, masjid di Kampung Geser menjadi pusat aktivitas keagamaan. Setiap hari, warga berkumpul untuk melaksanakan shalat lima waktu secara berjamaah.
Momen Kebersamaan Menjelang Berbuka
Menjelang waktu berbuka puasa, masyarakat Kampung Geser memiliki tradisi “Tunggu Batal”. Warga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, berkumpul di luar pagar masjid atau di tempat-tempat tertentu. Mereka menunggu waktu berbuka dengan penuh antusiasme. Saat bedug maghrib ditabuh, secara serempak mereka mengucapkan “batal ee, batal ee” sebagai tanda berbuka puasa. Setelah itu, mereka bergegas menuju rumah masing-masing untuk menikmati hidangan berbuka yang telah disiapkan.
Untuk membangunkan warga saat sahur, masyarakat Kampung Geser melestarikan tradisi “Hadrat”. Sekelompok pemuda berkeliling kampung sambil memainkan alat musik tradisional seperti rebana dan melantunkan zikir. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai pengingat waktu sahur, tetapi juga sebagai upaya melestarikan seni budaya Islam di tengah masyarakat.
Semangat Gotong Royong dan Kepedulian Sosial Kampung Geser
Bulan Ramadan di Kampung Geser juga diwarnai dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Warga secara bersama-sama membersihkan masjid dan lingkungan sekitar menjelang Ramadan. Selain itu, mereka mengumpulkan dan mendistribusikan makanan untuk berbuka puasa kepada keluarga yang kurang mampu. Kegiatan ini memperkuat rasa solidaritas dan kebersamaan di antara masyarakat.
Tradisi-tradisi yang dijalankan oleh masyarakat Kampung Geser selama bulan Ramadan mencerminkan kekayaan budaya dan keagamaan yang harmonis. Dengan memadukan nilai-nilai Islam dan kearifan lokal, mereka menciptakan suasana Ramadan yang khas dan penuh makna. Semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial menjadi inti dari perayaan Ramadan di kampung ini.

Tinggalkan Balasan